Faidah:
1. Khusus untuk lafazh jalalah Allah الله, hanya boleh menggunakan huruf nida’ يَا .
Contoh:
Biasanya untuk memanggil lafzhul jalalah Allah digunakan اَللّهُمَّ (Ya Allah)
Faidah:
1. Khusus untuk lafazh jalalah Allah الله, hanya boleh menggunakan huruf nida’ يَا .
Contoh:
Biasanya untuk memanggil lafzhul jalalah Allah digunakan اَللّهُمَّ (Ya Allah)
Donasi yang masuk perbulan Januari 2010:
Total donasi bulan Januari 2010 = Rp 682.300
Alhamdulillah, donasi yang masuk sudah dapat diberikan untuk menambah pengurus dan mukafaah pemateri, semoga program yang ada bisa istiqomah dan program yang baru bisa segera terlaksana, amin.
Bagi ikhwah yang ingin menyumbangkan donasinya untuk Eksistensi Dan Pengembangan Web Bahasa Arab Online ini dapat menyalurkannya melalui:
Bank BNI Cabang UGM Yogyakarta atas Nama: Rian Permana No Rekening: 0152968308
Western Union atas nama Rian Permana
Setelah melakukan transfer harap mengkonfirmasikan melalui HP: 081578958484 atau email melalui badar@muslim.or.id
Rincian Donasi Perbulan dapat melihat pada halaman ini:
Semoga bantuan saudara sekalian bisa semakin memperluas minat dan kemampuan kaum muslimin terhadap bahasa arab, amin…
Jazakumullahu khairal jaza kepada para muhsinin, semoga Allah ta’ala membalas dengan balasan yang lebih baik…
Memanggil kata yang terdapat “ال“:
Untuk kata yang terdapat “ال” nya, ada beberapa ketentuan dalam pemanggilannya.
1. Kata yang di panggil I’robnya marfu’
2. Menambahkan lafazh berikut setelah huruf nida’:
a. أَيُّهَا Untuk isim mudzakkar
b. أَيَّتُهَا Untuk isim muannats
Faidah Munada:
Nakirah ghairu maqshudah dan nakirah maqshudah dapat terlihat dengan jelas perbedaannya dengan memperhatikan kasus-kasus berikut ini:
1. Orang yang tercebur di sungai padahal ia tidak bisa berenang. Ia meminta tolong pada orang-orang di sekitarnya untuk dapat menolongnya. Ia tidak peduli siapa yang akan menolongnya, yang jelas ia minta tolong dan berteriak barangkali ada orang yang mendengar dan mau menolongnya.
Maka orang ini dalam panggilannya menggunakan bentuk nakirah ghairu maqshudah.
Contoh:
يَا رَجُلاً أَنْقِذْنِي (Wahai lelaki, selamatkanlah aku)
2. مَبْنِيُّ عَلَى عَلاَمَةِ الرَّفْعِ
Munada’ dimabnikan dengan tanda rafa’ pada 2 (dua) keadaan.
a. عَلَمٌ مُفْرَدٌ (Nama orang tunggal / terdiri dari satu kata)
Contoh:
أَنْوَاعُ الْمُنَادَى
(Macam-macam Munada)

1. مَنْصُوْبٌ
Munada selalu manshub dalam 3 (tiga) keadaan.
a. مُضَافٌ (mudhof)
اَلْمُنَادَى
Munada
Munada adalah isim yang disebutkan setelah huruf nida’ (huruf yang digunakan untuk memanggil).
Contoh:
يَا عَبْدَ اللهِ (Wahai hamba Allah)
يَا نَائِمًا اِسْتَيْقِظْ (Wahai orang yang tidur, bangunlah)
اِسْمُ إِنَّ وَأَخَوَاتِهَا
Isim Inna Dan Saudaranya
Penjelasan tentang isim inna silakan dirujuk kembali pada pembahasan khobar inna.
Contoh:
إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ
إِنَّ الطَّالِبَيْنِ حَاضِرَان
إِنَّ الْكَافِرِيْنَ خَاسِرُوْنَ
إِنَّكَ ذَكِيٌّ
إِنَّهُ قَوِيٌّ
إِنِّي مُجْتَهِدٌ
خَبَرُ كَانَ وَأَخَوَاتِهَا
Khobar kana Dan Saudaranya
Penjelasan tentang khobar kana silakan dirujuk kembali pada pembahasan isim kana.
Contoh:
كَانَ مُحَمَّدٌ عَالِمًا
كَانَ الْوَلَدُ مُضْحِكًا
كَانَ الطَّالِبَانِ مُجْتَهِدَيْنَ
كَانَ الْمُسْلِمُوْنَ نَاجِحِيْنَ
كُنْتُ طَالِبًا
كُنْتُمْ طُلاَّبًا
C. Hukum mustatsna dengan خَلاَ, عَدَا, حَاشَا
Mustasna dengan خَلاَ, عَدَا, حَاشَا boleh nashob ataupun jar / majrur.
Contoh:
رَجَعَ الْحَاضِرُوْنَ خَلاَ مُحَمَّدًا / مُحَمَّدٍ
جَاءَ الرِّجَالُ عَدَا عَلِيًّا / عَلِيٍّ
Mulai Pelajaran Dari Awal?
Klik Link Berikut:
Daftar Isi Pelajaran
Untuk penampilan browser yang lebih baik, hendaknya pengujung sekalian mengikuti panduan pada Link Berikut:
Panduan Situs
Ingin Lihat Arsip Lengkap?
Klik Link Berikut:
Arsip
Daftarkan e-mail Anda pada form. Jika sudah mendaftar, silakan klik link konfirmasi yang dikirimkan ke e-mail Anda.